Pengalaman Kuliah di Korea Selatan [SERU & RIBET]

Meneruskan kuliah S2 ke luar negeri pasti menjadi impian sebagian sarjana di Indonesia. Selain memperdalam bidang ilmu yang telah diperoleh di jenjang S1, kuliah di luar negeri pun membuka peluang bekerja tingkat global. Korea Selatan adalah salah satu negara tujuan favorit meneruskan kuliah S2. Bagaimana sebenarnya pengalaman kuliah di Korea Selatan?

Bila dengan biaya sendiri, kuliah S2 di Korea Selatan tentu sangat mahal bagi kebanyakan orang Indonesia. Jalan satu-satunya adalah dengan beasiswa. Meski ada berbagai beasiswa tersedia untuk berkuliah di sana namun yang cukup diminati mahasiswa asal Indonesia adalah KGSP (Korean Government Scholarship Program).

KGSP adalah program beasiswa dari pemerintah Korea Selatan kepada para mahasiswa dari negara lain. Beasiswa KGSP meminta berbagai syarat kepada para calon penerima seperti : nilai IPK minimal 3, lulus ujian TOEFL, dan banyak lagi.

Baca cerita pengalaman kuliah di Korea Selatan

Bila lulus dan menerima beasiswa KGSP maka setiap bulannya akan memperoleh uang saku sebanyak KRW 900,000 (kira-kira Rp.10 juta). Meski kelihatan banyak namun perlu disadari bahwa biaya hidup di Korea Selatan itu bisa beberapa kali lebih mahal dari di Indonesia. Dari pengalaman mereka yang pernah kuliah di Korea Selatan, uang sebesar itu harus digunakan secara hati-hati agar bisa sampai akhir bulan. Beberapa alokasi penting penggunaan uang saku itu seperti :

Biaya Tempat Tinggal

Kebanyakan kampus di Korea Selatan menyiapkan asrama untuk para mahasiswanya. Biaya tempat tinggal untuk membayar sewa asrama paling murah sebesar KRW 100,000 per bulan. Namun asrama yang layak dengan kamar mandi untuk 2 orang rata-rata sebesar KRW 200,000. Pembayarannya ada yang minta per semester namun ada juga yang boleh per bulan.

Sementara bila kontrak rumah atau kamar harus menyerahkan uang deposit selain dari biaya sewa per bulan. Uang deposit bisa berkisar KRW 1000,000 yang akan dikembalikan bila masa kontraknya selesai. Sementara untuk biaya sewa kamar per bulan termurah sebesar KRW 200,000.

Biaya Makan

Makan juga memerlukan biaya yang tak sedikit di Korea Selatan. Untuk rumah makan sederhana yang menyediakan berbagai menu standar diantaranya bibimbab, kimbab, jjigae dan sebangsanya harganya mulai KRW 1,500 hingga KRW 6,000. Sementara bila jajan di kantin kampus, kisaran harga makanannya dari KRW 2,500 hingga KRW 6,000.

Bila ingin makan di restoran halal, termurah adalah menu kebab kira-kira KRW 5,000. Bila ingin lebih hemat, memasak sendiri adalah solusinya. Beli saja bahan makanan untuk seminggu untuk dimasak sendiri di asrama.

Biaya Angkutan

Sistem angkutan di Korea Selatan memang diakui sangat canggih. Yang terkenal adalah jalur kereta subway dengan jadwal perjalanan yang sangat teratur. Kemudian ada bis dengan jalur ke berbagai titik yang jumlahnya lumayan banyak. Tarif untuk sekali jalan menggunakan bis atau subway mulai dari KRW 1,200 hingga KRW 1,300.

Baca juga, kuliah cepat lulus untuk yang lama pengen cepet wisuda

Sementara bila ingin menggunakan taksi, tarif awal mulai KRW 3,000. Para mahasiswa di Korea dapat memanfaatkan kartu angkutan yang dapat dipergunakan untuk membayar tiket kereta, bisa dan juga taksi.

Kartu angkutan itu dinamakan T-Money seharga standar KRW 2,500 kemudian top up dengan saldo berapa saja misalnya KRW 50,000 untuk penggunaan satu bulan. Bila ingin lebih berhemat terutama bila ingin pergi ke tempat yang tak jauh, gunakan saja sepeda atau bahkan berjalan kaki.

Dari pengalaman kuliah di Korea Selatan, dengan uang beasiswa bulanan antara KRW 600,000 hingga KRW 700,000 sudah dapat bertahan termasuk biaya tempat tinggal, makan, dan transportasi. Bila menerima KRW 900,000 itu artinya masih ada sisa untuk ditabung atau untuk keperluan uang hiburan di negeri orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *