Bermacam Macam Jenis Rayap di Dunia

Sampai saat ini forolostzilla belum menemukan cara untuk membasmi secara tuntas serangan rayap yang selalu datang menyerang rumuah dan barang-barang kayu saya. Meski rayap sudah di jinakkan dengan berbagai obat dan lain lain, namun tetap tidak bisa.

Jadi kita perlu meengenal dulu bahwa memang rayap itu ada banyak jenis dan juga macam-macamny, forolostzilla juga baru tau lho.

Pengetian Rayap secara Umum

Rayap merupakan serangga sosial anggota bangsa Isoptera yang diketahui luas selaku hama pengganggu dalam kehidupan manusia. Rayap bersarang didalam tanah serta memakan kayu perabotan ataupun kerangka rumah sehingga memunculkan banyak kerugian secara ekonomi.

Rayap masih berkerabat dengan semut, yang pula serangga sosial. Dalam bahasa Inggris, rayap diucap pula“ semut putih” (white ant) sebab kemiripan perilakunya.

Istilah rayap sesungguhnya mengacu pada hewannya secara universal, sementara itu ada sebagian wujud berbeda yang diketahui, sebagaimana pada koloni semut ataupun lebah sosial.

Dalam koloni, rayap tidak mempunyai sayap. Tetapi demikian, sebagian rayap bisa menggapai wujud bersayap yang hendak keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada dini masa penghujan (sehingga kerapkali jadi tanda-tanda pergantian ke masa penghujan) di petang hari serta beterbangan mendekati sinar.

Wujud ini diketahui selaku laron ataupun anai-anai.

Rayap merupakan detrivores (pengkonsumsi material organik yang membusuk), spesialnya di wilayah subtropis serta tropis, serta keahlian mereka mendaur ulang kayu serta bahan tumbuhan lain merupakan perihal yang berarti untuk penyeimbang ekologi.

Selaku serangga sosial, rayap hidup dalam wujud koloni. Suatu koloni berusia bisa beranggotakan ratusan sampai jutaan individual.

Kedatangan rayap di bangunan merupakan selaku konsekuensi dari pembukaan lahan yang pada awal mulanya merupakan habitat mereka buat mencari makan, setelah itu diganti jadi bangunan pemukiman yang berdampak hilangnya sumber santapan untuk rayap.

Tetapi tidak absolut keberadaan rayap senantiasa merugikan manusaia, terdapat sebagian peranan berarti rayap yang sangat menguntungkan selaku siklus biogoechemical dalam ekosistem.

Buat itu, seyogyanya kita lebih bijak dalam melaksanakan pengendalian rayap dengan memilah pengendalian yang ramah area.

Tipe-Tipe Rayap yang ada di Dunia

Bersumber pada posisi sarang utama ataupun tempat tinggalnya, rayap perusak kayu bisa digolongkan dalam tipe-tipe berikut:

1. Rayap pohon

ialah jenis-jenis rayap yang melanda tumbuhan yang masih hidup, bersarang dalam tumbuhan serta tidak berhubungan dengan tanah.

Contoh yang khas dari rayap ini merupakan Neotermes tectonae (famili Kalotermitidae), hama tumbuhan jati.

2. Rayap kayu kering

Semacam Cryptotermes spp. (famili Kalo­termitidae), hidup dalam kayu mati yang sudah kering. Hama ini universal ada di rumah-rumah serta perabot-perabot semacam meja, sofa dsb.

Ciri serangannya merupakan adanya butir-butir ekskremen kecil bercorak kecoklatan yang kerap berjatuhan di lantai ataupun di dekat kayu yang diserbu. Rayap ini pula tidak berhubungan dengan tanah, sebab habitatnya kering.

3. Rayap tanah

Jenis-jenis rayap tanah di Indonesia merupakan dari famili Termitidae. Mereka bersarang dalam tanah paling utama dekat pada bahan organik yang memiliki selulosa semacam kayu, serasah serta humus.

Contoh-contoh Termitidae yang sangat universal melanda bangunan merupakan Macrotermes spp. (paling utama Meter. gilvus) Odontotermes spp. serta Microtermes spp.

Jenis-jenis rayap ini sangat ganas, bisa melanda obyek-obyek berjarak hingga 200 m dari sarangnya. Buat menggapai kayu sasarannya mereka apalagi bisa menembus tembok yang tebalnya sebagian centimeter, dengan dorongan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya.

Macrotermes serta Odontotermes ialah rayap subteran yang sangat universal melanda bangunan di Jakarta serta sekitarnya.

4. Rayap subteran

yang biasanya hidup di dalam tanah yang memiliki banyak bahan kayu yang sudah mati ataupun membusuk, tunggak tumbuhan baik yang sudah mati ataupun masih hidup.

Di Indonesia rayap subteran yang sangat banyak mengganggu merupakan jenis-jenis dari famili Rhinotermitidae. Paling utama dari genus Coptotermes (Coptotermes spp.) serta Schedorhinotermes.

Coptotermes sempat diamati melanda bagian-bagian kayu dari kapal minyak yang melayani pelayaran Palembang-Jakarta.

Coptotermes curvignathus Holmgren kerap kali diamati melanda tumbuhan Pinus merkusii serta banyak meyebabkan kerugian pada bangunan.

5. Rayap kayu lembab

melanda kayu mati serta lembab, bersarang dalam kayu, tidak berhubungan dengan tanah. Contoh: Jenis-jenis rayap dari genus Glyptotermes (Glyptotermes spp., famili Kalotermitidae).

Cara Pengendalian Rayap yang Benar

Dari penjelasan di atas, dapatlah ditarik kesimpulan kalau buat menjauh ataupun meminimumkan mungkin terbentuknya serbuan rayap pada bangunan butuh dicermati hal-hal berikut.

Jauhi terdapatnya bahan-bahan kayu semacam sisa-sisa tunggak tumbuhan di dekat taman bangunan, yang potensial buat jadi sumber peradangan rayap.

Demikian pula terdapatnya pohon-pohon tua yang sebagian jaringan tumbuhan ataupun akarnya sudah mati ialah sumber santapan rayap serta bisa jadi posisi sarang pertumbuhan koloni rayap.

Jauhi kontak antara tanah dengan bagian-bagian kayu dari bangunan. Meski metode ini tidak absolut sanggup menghindari serbuan rayap sebab rayap sanggup membuat terowongan kembara di atas tembok, lantai serta bilik buat menggapai obyek kayu makanannya namun untuk bangunan simpel metode ini bisa memperlambat serbuan rayap, serta terdapatnya terowongan-terowongan bisa dideteksi.

Pergunakan kayu yang awet (semacam bagian teras kayu jati), ataupun kayu yang sudah diawetkan dengan bahan-bahan pengawet anti rayap.

Buat kayu-kayu yang digunakan di dasar atap jenis-jenis garam pengawet semacam garam Wolman dengan retensi yang lumayan sudah mencukupi, sebaliknya untuk kayu di luar bangunan dibutuhkan bahan pengawet larut minyak semacam kreosot.

Cara yang sangat efisien merupakan melindungi bangunan dengan metode membuat “benteng yang kokoh terhadap rayap” di bagian fondasi dengan metode menyampur bahan fondasi dengan termitisida ataupun memperlakukan tanah di dasar serta di dekat fondasi dengan termitisida yang tahan pencucian (persisten) dan mempunyai afinitas dengan tanah.

Bila bangunan sudah terkena serangan, gunakanlah jasa basmi rayap atau pengandali rayap yang ada di sekitar anda, semacam dengan pengumpanan serta pengendalian koloni dengan memakai insektisida penekan perkembangan kutikel semacam heksaflumuron dsb.

Catatan Pustaka

  • Astuti. 2013. Identifikasi, Sebaran Serta Derajat Kehancuran Kayu Oleh Serbuan Rayap Coptotermes (Isoptera: Rhinotermitidae) Di Sulawesi Selatan. Universitas Hasannudin.
  • Exterra. 2009. Tentang Rayap– Sejarah pendek menimpa rayap beserta jenisnya.
  • Haryo. 2012. Makalah Urban Pest Rayap. Universitas Padjajaran Jatinangor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *